Archive for September, 2007

anne ahira

Thursday, September 20th, 2007

Banjaran -

Bandung

,
18-19 Agustus, 2007

Malam Masih Panjang

 

Malam makin larut neeh..Dari tadi
cerita2 (yg jelas kami dapet banyak ilmu, tactics and strategies), trus makan2,
trus ledek2an, trus macem2 deuhhh…

Aurora

udah gelisah..bingun mo pulang apa engga. Hehehe… Kalo kami mah, jelas gak
mungkin pulang ke

Jakarta

malem itu
juga. Jadi, nginep deh di rumah bu guru,
tidurnya sembarangan di ruangan support. Jam 12 an udah mulai pada teller
tuuuuh..Tapi aurora dengan setia menunggu telpon dari “pria berseragam”, alias
cowoknya..hehehehh… Udah deh, kita dilupain… (atau kita ya yg ngelupain dia
karena udah pada teler)

 

 

Pagi

Bandung

!

 

Kayaknya dah lama banget gak
ngucapin selamat pagi

Bandung

! Hmmmm…
Menu pagi adalah nasi goreng, yang enak buangetttt…. Mas yudi aja ampe nambah 3
kali (katanya nasi gorengnya enak apalagi itu tuh gratisss). aku setia dengan kopi
pagiku, juga

Aurora

. Yang laen
cukup dengan teh tawar anget….Halahhh… oh ya bu guru itu
mesti diingetin untuk minum obat soalnya orangnya lupaan…

 

Kejadian aneh :

 

Handukku yang aku jemur tertiup
angin dan jatoh ke jalanan (aku menjemurnya di lantai 2, tempat ABsupport), trus
ilang? Siapa coba yang mau handukku yang bau itu ya? Ampyuuuun deh…

 

 

Sampai bertemu lagi, bu guru !

 

Tepat tengah hari, kami mohon
diri..bu guru AnneAhira
pun minta maaf karena ga bisa mengantar, dia harus segera berbenah karena sudah
ditungguin keponakan-keponakannya untuk jalan-jalan..’acara rutin’ tiap
minggunya. Senang rasanya dapat berkunjung dan bersilaturrahmi ke markas besar Asian Brain IMC..seiring
semakin menjauhnya mobil kami, kami sepakat untuk kembali lagi suatu hari
nanti..It’s a promise.

anne ahira

Saturday, September 15th, 2007

Aku, Anne Ahira dan AsianBrain

Tidak terasa sudah 6 bulan sejak bergabungnya aku dengan Asian
Brain-IMC
, suatu komunitas pembelajaran dan pendidikan tentang ilmu
internet marketing. Dengan latar belakang 10 tahun bekerja sebagai staff
marketing di sebuah perusahaan cukup ternama membuat aku kurang lebih paham
tentang konsep marketing dalam skala makro dan mikro. Tapi, internet..adalah
suatu hal yang hampir-hampir sama sekali baru untuk aku. Menjelang akhir tahun
kemarin, aku hanya tahu bahwa internet bisa menghasilkan uang melalui suatu
program Google yang bernama Adsense. Bahkan, kira-kira 2 tahun yang lalu aku
sempat ditertawakan oleh rekan sekantor karena bertanya apa itu Email, apa itu
chatting, apa itu surfing, dan sebagainya. Yahoo messangerku (Email Yahooku)
yang aku pakai sampai sekarangpun adalah hasil buah tangan adikku, karena aku
ingin punya tapi tidak tahu bagaimana cara membuat Email tersebut.

Tuhan Maha Besar.. awal tahun ini aku diperkenalkan oleh adik angkatku
kepada sebuah nama yang katanya akan sangat membantu aku seandainya aku
tertarik untuk mempelajari dunia Internet Marketing lebih jauh. Anne
Ahira
, sebuah nama yang langsung menarik perhatianku..bukan karena dia
seorang ‘Maha Guru’ di dunia Internet Marketing awalnya, tapi lebih dikarenakan
namanya yang terasa tidak umum untuk seorang

Indonesia

.
Aku memang secara otomatis akan tertarik kepada nama-nama yang berkesan bukan
lokal, karena mungkin namaku sendiri juga demikian. Semenjak itu aku asyik
mencari tahu tentang Anne
Ahira
ini di setiap kesempatan aku berinternet ria. Di salah satu malam, di
salah satu dari 3 warnet tempat aku biasa mencari informasi-informasi di
internet aku menemukan Asian
Brain.com
, situs milik Anne
Ahira
yang belakangan baru aku ketahui didedikasikan untuk mencerdaskan
bangsa Indonesia tercinta ini akan ilmu internet marketing, dan yang lebih luar
biasanya untuk menghasilkan uang yang notabene tidak sedikit dari internet.

Di sinilah aku sekarang, Asian
Brain Internet Marketing Centre
, menimba ilmu, berbagi pengetahuan dan
pengalaman bersama bangsaku tercinta dalam hal Internet Marketing. Tidak
ketinggalan tentunya mendulang dollar. Di Asian
Brain-IMC
ini pula aku mengetahui bahwa ternyata tidak sedikit dari bangsaku
tercinta ini yang antipati dan menghujat guruku, Anne
Ahira
. Awalnya cukup membuat kaget, tapi segera kusadari bahwa itu adalah
ekspresi dari rasa demokrasi bangsaku yang selama lebih dari 30 tahun
terpasung. Rasa yang selama ini seakan ingin meledak dan butuh penyaluran. Aku
sangat menghargai dan menghormati guruku, sebesar aku menghargai para
‘musuh-musuh’nya, atau lebih tepatnya orang-orang yang memusuhi dia.